TINJAUAN FILSAFAT FISIOTERAPI

A.Latar Belakang
Upaya manusia di bidang kesehatan pada era pembangunan ini telah membawa perubahan konsep pelayanan kesehatan. Konsep pelayanan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan baik individu maupun masyarakat dari berbagai disiplin ilmu kesehatan. Disamping itu, permasalahan kesehatan saat ini telah bergeser dari pola penyakit menular ke pola penyakit tidak menular termasuk penyakit degenerasi.
Osteoarthritis memang belum banyak diketahui penyakit apa itu, khususnya orang yang tinggal jauh dari kerumunan kota atau biasa dikatakan orang awam. Penyakit ini biasanya banyak terjadi pada orang yang berusia diatas 45 tahun dan laki – laki dibawah umur 55 tahun dan biasanya wanita lebih sering terkena osteoarthritis di banding laki-laki. Osteoarthritis merupakan bentuk penyakit sendi yang terjadi pada tulang rawan sendi. Selain permukaan sendi, osteoarthritis juga mengenai daerah – daerah sekitar sendi seperti tulang subchondral, kapsul sendi yang membungkus sendi dan otot yang melekat disekitar sendi.
Osteoarthritis lutut paling banyak disebabkan oleh microtraumata karena baik secara anatomis maupun fungsional berhubungan dengan adanya beban yang harus disanggah oleh sendi lutut, misalnya pada posisi berjalan yang menumpu berat badan serta aktifitas lainnya dalam kehidupan sehari – hari yang secara terus menerus. Dalam penyakit osteoarthritis yang sering dirasakan adalah nyeri yang didefenisikan sebagai rasa sakit yang tidak menyenangkan serta berhubungan dengan kerusakan jaringan actual dan fungsional. Pada osteoarthritis, nyeri biasanya dirasakan ketika sedang melakukan aktifitas dan hilang setelah istirahat atau nyeri dirasakan pada gerakan minimal bahkan pada saat istirahat.
Menurut WHO lebih dari 45 juta orang di kawasan Asia fasifikdan sementara itu kaum perempuan termasuk yang rawan terkena osteoarthritis utamanya pada lutut. OA merupakan salah satu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan gangguan pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang didekatnya yang biasa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan.
Hampir semua orang yang menderita OA baik berat maupun ringan dapat terkena pada daerah tubuh,mulai dari sendi lutut, panggul, sendi bahu dan sendi siku bahkan sendi – sendi tulang belakang, namun penyebab pasti dari OA belum diketahui akan tetapi pemicunya biasa terjadi karena obesitas (kelebihan berat badan), rutinitas berjalan jauh ditanah tidak rata, sering duduk, sering mengangkat benda yang berat, serta perubahan.
Penanganan nyeri pada penderita osteoarthritis secara klinis membutuhkan suatu pengukuran. Untuk itu pengukurannya dapat dilakukan dengan Visual Analogue Scale (VAS) untuk mengukur tingkat nyeri yang dirasakan dan untuk mengetahui berapa luasnya jarak gerak sendi dapat diukur dengan menggunakan geneometer.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama menjalani praktek klinik di berbagai Rumah Sakit di Makassar selama 6 bulan terakhir ini peneliti banyak menemukan penderita osteoarthritis yang berkunjung ke poliklinik fisioterapi yang rata – rata umur 40 sampai 60 tahun dengan berbagai intervensi fisioterapi dalam menangani kondisi osteoarthritis yaitu modalitas fisioterapi misalnya electrotherapy, terapi latihan serta manual terapi.
Salah satu intervensi manual terapi yang digunakan adalah traksi translasi. Tujuan utama pemberian translasi pada penderita osteoarthritis adalah mengurangi nyeri dan memperbaiki luas gerak sendi, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh translasi femur kearah dorsal maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang pengaruh translasi femur kearah dorsal terhadap peningkatan ROM dan penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis knee join.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh pemberian traksi – translasi terahadap peningkatan ROM dan penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis knee joint di Rumah Sakit Makassar.
C.Tujuan Penelitian
1)Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh traksi – translasi terhadap peningkatan ROM dan penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis knee joint.
2)Tujuan Khusus
a.Untuk mengetahui distribusi penderita OA lutut yang berobat di Poli Fisioterapi RS Makassar.
b.Untuk mengetahui rata – rata penurunan nyeri pada penderita OA lutut terhadap pemberian manual traksi – translasi pada penderita osteoarthritis sendi lutut.
c.Untuk mengetahui rata – rata penambahan ROM pada penderita Osteoartritis terhadap pemberian
manual traksi – translasi pada sendi lutut.
d.Untuk mengetahui pengaruh yang bermakna terhadap pemberian traksi – translasi terhadap penurunan
nyeri dan peningkatan ROM fleksi pada kondisi osteoarthritis knee joint.

D.Manfaat Penelitian
1)Manfaat teoritis
Mengetahui dan memahami pengaruh manual traksi – translasi untuk peningkatan ROM dan penurunan
nyeri bagi penderita osteoarthritis sendi lutut.
2)Manfaat Praktis
a)Sebagai bahan masukan bagi penderita dan keluarga bahwa semua penyakit khususnya nyeri pada
osteoarthritis yang dapat disembuhkan dengan melakukan terapi rutin.
b)Sebagai bahan masukan bagi tenaga – tenaga kesehatan dan masyarakat bahwa traksi – translasi yang
efektif untuk diterapkan dalam menangani nyeri pada kondisi osteoarthritis.
c)Untuk menambah pengetahuan dan wawasan peneliti tentang manual traksi – translasi kaitannya dengan
penurunan nyeri dan penambahan ROM akibat osteoarthritis.
d)Untuk dijadikan bahan bacaan tambahan bagi penelitian – penelitian sejenis.

E.TINJAUAN FILSAFAT

Tinjauan dari segi filsafat meliputi 3 bidang utama filsafat yaitu ontologi,epistemologi,dan aksiologi

1.Ontologi
Landasan ontologi berkaitan dengan hakikat /keberadaan ilmu.

Osteoarthritis adalah suatu penyakit sendi yang menahun yang ditandai dengan adanya kelainan pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya.Tulang rawan (kartilago) adalah bagian dari sendi yang melapisi ujung dari tulang yang memudahkan pergerakan dari sendi. Kelainan pada kartilago dapat menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain, yang menyebabkan kekakuan,nyeri dan pembatasan gerakan pada sendi.

Berbagai penyebab osteoarthritis antara lain karena usia.Semakin tua usia seseorang makin turun kwalitas kartilago persendian.Kartilago sebagai bantalan penahan tekanan semakin tua semakin berkurang elastisitasnya.Selain itu gangguan metabolik dan mekanik turut mempermudah terjadinya osteoarthritis

Osteoarhritis sebagai diagnosa radiologik sudah tampak 10% dari orang-orang berusia 15-24 tahun.Hampir semua orang berusia 60 tahun memperlihatkan secara radiologik tanda-tanda osteoarthtritis pada berbagai persendian .Namun demikian hanya sebagian saja yang menderita nyeri dan mencari pengobatan.

2.EPISTOMOLOGI
Landasan epistomologi berkaitan dengan aspek metodelogi ilmu dan sarana berpikir ilmiah ,bahasa, logika dan statistika.Secara epistomologi permasalahan osteoartritis akan ditinjau dari segi anatomi ,biomekanik,patologik,gejala klinis,diagnosis, serta penatalaksanaannya.
Anatomi biomekanik knee joint
Lutut merupakan sendi yang aneh bentuknya, bila dilihat permukaan sendi nampak bahwa permukaan sendi dari tulang femur dan tulang tibia tidak ada kesesuaian bentuk. Kedua kondilus femur membentuk sejenis katrol sedangkan tibia diantaranya lebih rata. Pada bagian dorsal terdapat sendi yang kuat serta di perkuat oleh ligament. Rongga sendi lutut sangat luas dan melanjutkan diri kedalam recessus suprapatellaris. Di dalam lutut terdapat ligament cruciatum anterior dan ligament cruciatum posterior. Disebelah medial dan lateral terdapat ligamentum collateral medial dan ligamentum collateral lateral. Keempat ligament tersebut memberikan mobilisasi pada lutut dalam melakukan gerakan antara fleksi dan ekstensi.
Osteokinematika yang terjadi pada sendi lutut adalah gerakan fleksi dan ekstensi pada bidang sagital dengan luas gerak sendi fleksi antara 120 – 130 bila posisi hip mencapai fleksi penuh. Untuk gerakan ekstensi luas gerak sendi 0 tetapi 5 – 10 jika terdapat hiperekstensi lutut. Gerakan memutar pada bidang rotasi untuk gerakan endorotasi dengan luas gerak sendi antara 30 – 35 sedangkan eksorotasi antara 40 – 45 dari posisi awal mid posisi, gerakan ini terjadi pada posisi lutut fleksi 90.
Otot-otot yang menggerakan sendi lutut di kelompokkan menjadi dua bagian yang terdiri dari otot quadrisep yang merupakan kelompok otot dari, m.rectus femoris, m.vastus intermedius, m.vastus medius, m.vastus lateralis. Dan otot bagian belakang yaitu hamstring yang berfungsi sebagai penggerak pada sendi lutut kearah fleksi yang terdiri dari, m.biceps femoris, caput longum, dan brevis, m.semi memranosus dan m.semi tendonosus. Otot pembantu gerakan fleksi lutut antara lain m.popliteus dan m.gastronemius. Sedangkan untuk gerakan eksternal rotasi dilakukan oleh m.biceps femoris dan m.tensor facialata. Dan gerakan internal rotasi dilakukan oleh m.popliteus, m.gracialis dan, m.hamstring.
Artrokinematika sendi lutut adalah pada femur maka gerakan yang terjadi adalah rolling dan sliding berlawanan arah. Saat fleksi femur rolling kearah belakang dan sliding kearah depan. Untuk gerakan ekstensi, rolling kedepan dan sliding kebelakang, dan jika tibia (cekung) bergerak fleksi maupun ekstensi maka rolling maupun slidding akan searah, saat gerakan fleksi menuju kedorsal sedang pada saat bergerak ekstensi menuju kedepan.
Patologi
Proses patologi osteoarhtritisOsteoarthritis biasanya bermula dari kelainan pada sel – sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat), dan proteoglikan (bahan yang membentuk lenting pada tulang rawan). Akibat dari kelainan pada sel – sel tersebut, tulang rawan ahirnya menipis dan membentuk retakan – ratakan pada permukaaan sendi. Rongga kecil akan terbentuk didalam sum-sum dari tulang bawah tulang rawan tersebut, sehingga tulang yang bersangkutan menjadi rapuh. Tubuh kita berusaha untuk memperbaiki kerusakan tersebut, tetapi perbaikan yang dilakukan oleh tubuh mungkin tidak memadai, mengakibatkan timbulnya benjolan pada pinggiran sendi (osteofit) yang terasa nyeri.
Gejala pada osteoarthritis timbul secara bertahap walnya kelainan berupa nyeri dan kekakuan pada sendi – sendi misalnya pada sendi tangan,pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut adalah bagian paling sering terkena osteoarthritis. Nyeri dapat bersifat ringan, sedang atau berat hingga dapat menganggu aktifitas sehari – hari. Bila penyakit berlanjut maka makin lama sendi makin sulit untuk digerakkan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.
Pertumbuhan baru tulang rawan dan jaringan lainnya dapat menyebabkan membesarnya sendi, dan tulang rawan yang permukaannya kasar akan menyebabkan timbulnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan.Pada beberapa sendi. Ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) dapat teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh akan menggerakkan sendi ini dapat mengakibatkan nyeri yang hebat.
Osteoarthritis terjadi pada beberapa sendi yang ada dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan gejala mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada anggota tubuh yang terkena. Osteoarthritis banyak terjadi pada daerah lutut karena daerah tersebut lebih banyak menopang massa berat tubuh dibandingkan dengan anggota tubuh lainnya.
a. Faktor Penyebab Osteoarthritis
Hampir semua orang bias terkena osteoartriotis namun berat atau ringannya osteoarthritis yang diderita berbeda – beda, dan hampir disemua sendi- sendi pada tubuh dapat terkena osteoarthritis namun apa penyebab OA belum di ketahui akan tetapi faktor pemicu OA :
1. Umur
Kemungkinan seseorang yang mengidap osteoarthritis makin bertambah seiring dengan bertambahnya usia seseorang dan biasanya terjadi pada orang yang berusia diatas 45 tahun. Laki – laki dibawah umur 55 tahun lebih sering menderita penyakit ini disbanding perempuan pada umur yang sama dan setelah berumur 55 tahun biasanya wanita rentan dengan osteoarthritis.
2. Obesitas
Makin tinggi berat badan seseorang makin besar kemungkinan akan terkena osteoarthritis hal ini disebabkan karena seiring bertambahnya berat badan seseorang, beban yang diterima oleh sendi pada tubuh semakin besar, Jika seorang mengalami obesitas maka tekanan pada tulang pun lebih besar sehingga tulang rawan yang terdapat persendian – persendian yang menopang berat badan seperti sendi lutut dan dapat mengakibatkan sendi tersebut cepat aus.
3. Rutinitas
Berjalan jauh di tanah tidak rata, sering duduk, sering mengangkat benda yang berat sendi yang dibebani pekerjaan terlalu berat atau overused selama puluhan tahun bisa menimbulkan keluhan saat seseorang memasuki umur 50an misalnya orang – orang yang pekerjaan berhubungan dengan aktifitas yang membutuhkan pengulangan gerakan secara terus menerus, seperti atlet, operator mesin, mempunyai resiko untuk menderita osteoarthritis.

4. Kelemahan pada otot
Kelemahan pada otot-otot disekeliling sendi dapat menyebabkan osteoarthritis dan penyakit lain yang dapat mengganggu fungsi dan stuktur normal pada tulang rawan seperti rematoid arthritis, hemokromatosis, gaut, akromegali dan sebagainya.
5. Perubahan Hormonal
Ini terjadi pada perempuan, penelitian mengungkapkan bahwa perubahan hormonal saat siklus menstruasi dapat mempengaruhi elastitas otot – otot tubuh terutama pada bagian lutut. Penelitian di University of Michigan menyebutkan otot lutut perempuan tidak berkontraksi seperti pria saat di bebani akibatnya sendi lutut perempuan rentan cedera dan biasanya penderita osteoarthritis stadium awal bisa mengkonsumsi suplemen yang mengandung glukosamin untuk mengurangi rasa nyeri sehingga sendi bisa di gunakan untuk bergerak akan tetapi obat ini efeknya biasanya efeknya hanya sementara.
b. Gambaran Klinis Osteoarthritis
Gejala osteoarthritis ditandai dengan sakit dan bengkak pada sendi – sendi terutama pada jari – jari tangan, pegelangan tangan, dan lutut. Orang dikatakan osteoarthritis dimana terjadi penipisan pada permukaan rawan sendi yang tidak rata dan bergelombang, selain itu juga menimbulkan rasa sakit akibat peredam kejut berkurang. Gerakan sendi lancer bahkan kadang – kadang berbunyi, karena bagian tulang punya saraf maka tekanan ini akan menimbulkan rasa nyeri dan ketika digunakan untuk berjalan lutut akan terasa sakit dan ngilu.
1. Tanda – Tanda dan Gejala Klinis Osteoarthritis
Gejala dan tanda osteoarthritis bervariasi bahkan sebagian orang yang didalam foto rontgen telah menunjukkan adanya osteoarthritis,namun sebagian penderita mempunyai keluhan yang berat, bahkan hampir tidak bisa melakukan aktifitas sehari – hari.
a. Rasa Nyeri
Untuk sebagian penderita, nyeri adalah keluhan yang paling dirasakan sedangkan yang lain adalah rasa kaku dan kelainan (deformitas) sendi. Apabila lutut dan lutut dan panggul yang terkena osteoarthritis, penderita mengalami kesulitan berjalan dan terasa sakit dan nyeri sendi paling berat terjadi pada malam hari, sedangkan pada malam pagi hari masih nyeri tetapi lebih ringan dan membaik pada siang hari.
b. Kaku
Penderita osteoarthritis sering mengalami kekakuan pada sendi terutama pagi hari (morning stiffnes) atau setelah lama tidak melakukan aktifitas meskipun demikian, kaku sendi dapat diredakan dengan latihan – latihan ringan.

c. Penonjolan
Penonjolan pada tulang yang tumbuh bersamaan dengan osteoarthritis sering mengakibatkan deformitas terutama pada sendi yang mengalami osteoarthritis meskipun kondisi tersebut tidak mengganggu pergerakan tangan.

Diagnosa
Diagnosis dari osteoarthritis dapat ditegakkan berdasarkan gejala penyakit dan dengan melakukan pemeriksaan tambahan, pemeriksaan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
a. Rontgen tulang
Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui kerusakan atau perubahan – perubahan yang terjadi pada tulang rawan atau tulang yang mengindikasikan adanya osteoarthritis.
b. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Pada MRI dapat pula dilihat kelainan – kelainan yang terjadi pada tulang rawan dan tulang dengan detail yang lebih baik dari pada pemeriksaan rontgen tulang.
c. Aspirasi sendi ( arthrocentesis )
Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sedikit cairan yang ada dalam sendi untuk diperiksa di laboratorium berkenaan dengan adanya kelainan pada sendi.

4. Patologi Nyeri dan ROM Kaitannya dengan Osteoaertritis
Nyeri adalah perasaan majemuk yang bersifat subyektif, yang disertai perasaan tidak enak, pedis dan dingin, rasa tertekan dan ngilu, pegal dan sebagainya. Adanya stimulasi ataupun trauma dari dalam dan dari luar sistem neuromuscular, dapat mengakibatkan terangsangnya nociseptor pada saraf perifer diatas nilai ambang rangsang yang diteruskan ke korteks cerebri kemudian diterjemahkan kedalam bentuk nyeri dengan bentuk dan kualitas rangsangan yang berbeda.
Menurut International Association For The Study Of Pain, nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak nyaman, yang berkaitan dengan kerusakan jaringan atau berpotensi terjadi kerusakan jaringan, atau menggambarkan adanya kerusakan jaringan.
Cartilago sendi adalah jaringan lunak, berpori – pori (porous), dan permeabel yang dapat mengeluarkan cairan. Pada sendi sinovial yang sehat, ujung tulang yang membentuk sendi ditutup/dilapisi dengan cartilago sendi sehingga gerakan salah satu ujung tulang terhadap tulang lainnya secara khas disertai dengan aliran cairan sinovial yang tertekan keluar didepan area kontak yang bergerak dan juga terhisap dibelakang area kontak yang bergerak. Cartilago dapat mengurangi stress kontak maksimum yang bekerja pada sendi sekitar 50% atau lebih.
Cartilago sendi merupakan jaringan avaskular yang tidak mendapat suplai saraf. Kerusakan cartilago sendi pada kondisi osteoarthritis tidak menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri timbul karena adanya iritasi pada ujung tulang yang kaya dengan ujung – ujung saraf sensorik dan tidak lagi dilapisi atau dilindungi oleh cartilago karena mengalami kerusakan. Selain itu, osteofit yang muncul ditepi sendi dapat mengiritasi kapsul – ligament sendi sehingga timbul nyeri hebat pada gerakan tertentu. Iritasi yang terus menerus dapat menyebabkan reaksi inflamasi didalam sendi sehingga akan menghambat gerakan tertentu. Adanya peradangan pada sendi juga menghasilkan muscle guarding sebagai proteksi terhadap gerakan pada sendi. Keadaan ini akan menghambat jarak gerak sendi (ROM) sehingga lambat laun terjadi kontraktur kapsul – ligament yang semakin memperburuk keterbatasan gerak sendi.

PENATALAKSANAAN
Traksi – translasi
1. Pengertian
Traksi translasi adalah bagian dari terapi manipulasi, dimana manipulasi pertama kali dikembangkan oleh John Mennel pada tahun 1907 dengan teknik manipulasi spinal. Sedangkan Maxey dan Bar, Tertiax Gene dan Jenifer Hicking kemudian mengembangkan teknik sendi perifer dengan konsep biomekanik (Djohan Aras, 1996).
Traksi adalah penarikan tulang atau pemisahan kedua permukaan sendi yang arahnya tegak lurus dengan permukaan sendi lawanannya. Sedangkan translasi adalah pergeseran secara pasif dari salah satu permukaan tulang terhadap permukaan tulang lawanannya.
Traksi-translasi merupakan bagian dari mobilisasi sendi, dimana mobilisasi sendi adalah suatu gerakan pasif yang dilakukan oleh terapis dengan kecepatan yang cukup lambat sehingga pasien dapat merasakan dan menghentikan gerakan tersebut.

Adapun efek dari gerakan sendi yang dihasilkan oleh teknik mobilisasi adalah:
a. Gerakan sendi dapat merangsang aktivitas biologis oleh adanya gerakan cairan sinovial yang membawa nutrisi – nutrisi ke cartilago yang avaskular didalam permukaan sendi dan ke jaringan fibrocartilago intra – artikular (meniskus).
b. Gerakan sendi dapat memelihara ekstensibilitas dan kekuatan regangan dari jaringan sendi dan periartikular.
c. Impuls saraf afferent dari receptor sendi sebagai respon terhadap gerakan sendi akan ditransmisikan informasi tersebut ke sistem saraf pusat, dan oleh karena itu akan memberikan kesadaran posisi sendi dan gerak sendi.

2. Efek Traksi – Translasi terhadap Peningkatan ROM
Keterbatasan gerak pada penderita OA disebabkan oleh adanya kontraktur kapsul-ligamen didalam sendi lutut. Adanya inflamasi dalam waktu yang lama menyebabkan reaksi autoimmobilisasi pada sendi lutut sehingga terjadi kontraktur kapsul – ligament didalam sendi.
Adanya tarikan atau pemisahan kedua permukaan tulang didalam sendi sebagai hasil dari aplikasi traksi yang disertai dengan pergeseran permukaan tulang yang satu terhadap permukaan tulang lawanannya sebagai hasil dari aplikasi translasi akan menghasilkan penguluran atau pemanjangan pada kapsul – ligament yang kontraktur akibat keterbatasan gerak yang ditimbulkan. Kombinasi traksi-translasi dapat menghasilkan penguluran atau pemanjangan yang maksimal dari kapsul-ligamen didalam sendi. Penguluran atau pemanjangan kapsul-ligamen sendi sebagai hasil dari aplikasi traksi-translasi lambat laun akan menghasilkan peningkatan ROM sendi.
1. yeri yang timbul akibat difungsi primer pada system saraf.
2. Nyeri idiopatik, nyeri dimana kelainan patologik tidak dapat ditemukan
3. Nyeri psikologik
1. Jika nyeri terjadi selama passive ROM maka seringkali berasal dari gerakan, stretching, atau jebakan/jepitan dari struktur jaringan nonkontraktile. Nyeri yang terjadi pada akhir passive ROM dapat disebabkan oleh stretching jaringan kontraktile dan jaringan nonkontraktile. Nyeri selama passive ROM bukan disebabkan oleh pemendekan aktif dari jaringan kontraktil. Dengan membandingkan gerak
2. Pemberian traksi – translasi dapat memberikan pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM fleksi pada kondisi OA Knee Joint.

3. AKSIOLOGI
Landasan aksiologi ilmu berkaitan dengan dampak /manfaat ilmu bagi kesejahteraan manusia
Ostearthritis pada sendi lutut merupakan kondisi yang sangat mengganggu kesehatan dan berdampak pada fisik secara khusus dan psikis serta sosial ekonomi secara umum.Gangguan kesehatan dapat berupa nyeri dan adanya keterbatasan gerak sehingga sangat mengganggu aktivitas seseorang.
Adanya keterbatasan aktivitas berdampak pada menurunnya produktivitas sehingga menurunkan taraf sosial ekonomi penderita.Dengan teknik terapi Traksi-translasi dapat mengatasi masalah ini secara aman atau mempunyai efek samping yang minimal jika dibadingkan dengan pemberian obatan-obatan medica mentosa.Sehingga selain memberi manfaat pada penderita juga turut membantu pemerintah dalam upaya mensukseskan indonesia sehat 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: